Name:  kurikulumSMA.jpg
Views: 3066
Size:  23.4 KB


Banyak perubahan kurikulim baru yang akan diterapkan pada Juni 2013 nanti. Salah satu perombakan yang cukup besar ialah tidak ada lagi penjurusan IPA dan IPS di SMA. Mengapa demikian? Simak penuturan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan berikut ini.


Sekolah tak hanya menjadi tempat untuk belajar bahasa bagi para siswa melainkan menggali minat. Bila selama ini ada dua pilihan untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) yaitu IPA dan IPS, tahun depan kemungkinan ditiadakan.


Hamid Muhammad, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan bahwa penjurusan di SMA sudah bukan menjadi pilihan lagi. Untuk itu, ada dua alternatif yang ditawarkan pada kurikulum baru untuk metode pembelajaran tingkat SMA.


"Yang jelas penjurusan nampaknya sudah bukan opsi lagi. Pilihannya sekarang adalah kelompok peminatan atau nonpenjurusan sama sekali," ujar Hamid, di Jakarta, Jumat (7/12).


Hamid menjelaskan bahwa opsi cenderung mengarah pada kelompok peminatan. Bentuk kelompok peminatan ini sendiri sebenarnya merupakan kombinasi antara penjurusan dan non penjurusan. Ketika siswa berminat pada IPA ia tetap diperbolehkan mengambil mata pelajaran di luar kelompok peminatan tersebut.


"Jadi dengan kelompok peminatan ini, yang suka IPA memilih kelompok IPA tapi tetap boleh ambil mata
pelajaran dari kelompok peminatan lain. Komposisinya tetap diatur nanti. Yang pasti untuk kelompok IPA, mata pelajaran pada kelompok itu harus lebih banyak," sambung Hamid.


Pilihan lain pun terdapat pada Sistem Kredit Semester atau tetap dengan jam pelajaran. Semua tidak berubah seperti sekarang hanya saja sistem moving class tetap diberlakukan mengingat terbukanya peluang untuk memilih mata pelajaran yang disukainya.


"Nah mulai dari kelas berapa juga masih dibahas. Ada yang minta dari kelas X. Jadi saat kelas IX, guru BK harus bekerja ekstra untuk mengarahkan anak pada minatnya. Tapi semua ini akan diperhatikan dari hasil uji publik juga," tandasnya.