Biografi Menkes Endang, Menteri Kesehatan (Menkes) wafat, Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih meninggal, penyakit Menkes, penyebab Menkes wafat, tempat lokasi pemakaman Menkes Endang, profil Menkes Endang Rahayu, dan beragam info terkini lainnya bisa Anda baca di forum ini.
Sejak Oktober 2010 lalu, Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih sudah menderita penyakit kanker paru-paru. Setelah berjuang melawan penyakitnya tersebut, Menkes Endang menutup mata selamanya pada Rabu 2 Mei 2012 di RSCM Jakarta pukul 11.45 WIB.
Sebelum almarhumah menghadap Sang Pencipta, ia telah mengundurkan diri dari kabinet pada 26 April lalu terkait dengan kondisi kesehatannya. Pengunduran dirinya langsung disampaikan kepada Presiden SBY yang pada saat itu menjenguknya.
Kini, tak hanya jajaran pemerintahan yang berduka atas meninggalnya Menteri Kesehatan tersebut, banyak keluarga juga tokoh masyarakat yang mengenal baik sosok almarhumah hingga merasa kehilangan. Dibawah ini adalah biografi singkat Endang Rahayu Sedyaningsih.
Nama : dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, DR, PH
Lahir : Jakarta, 1 Februari 1955
Suami : Dr. Reanny Mamahit, SpOG, MM (direktur RSUD Tangerang)
Anak :
1. Arinanda Wailan Mamahit
2. Awandha Raspati Mamahit
3. Rayinda Raumanen Mamahit
Pendidikan:
1. Fakultas Kedokteran UI (tahun 1979)
2. Gelar Master on Public Health dari Harvard School of Public Health 1992
3. Gelar Doktor Kesehatan Masyarakat diperoleh di Harvard University, USA tahun 1997
Karir :
Tahun 1990 memulai karir di Depkes
Tahun 2004 menjadi pejabat fungsional dengan pangkat peneliti Madya
Tahun 2007 : dipercaya Menkes Siti Fadilah Supari sebagai Kepala
Puslitbang Biomedis dan Farmasi
Tahun 2008 : menjadi peneliti utama pada Puslitbang Biro Medis dan Farmasi
Tahun 2009 : dipercaya menjadi Menkes sampai akhirnya ia mengundurkan diri karena penyakit kanker paru-paru
Meski mendiang Menteri Endang R Sedyaningsih belum genap tiga tahun bertugas, ia telah menorehkan sejumlah terobosan. Pembangunan RS Pratama yang khusus melayani pasien jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) adalah salah satu terobosannya.
Anggaran Rp 1 Triliun diterima alamarhumah untuk program tersebut. Tak hanya itu, 20 ribu kasur pasien pun telah disiapkan. Di RS Pratama, seluruh biaya pengobatan ditanggung pemerintah melalui program Jamkesmas.
Baca juga -> Menkes Akan Dimakamkan di Sandiego Hills